![]() |
| Krisis Agraria Mengintai Tuban: PMII Desak Penutupan Tambang Ilegal di Tuban (Foto: PMII Tuban) |
PC PMII TUBAN - Tuban, 22 April 2026 - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyoroti krisis agraria yang kian memburuk akibat maraknya aktivitas pertambangan di wilayah Tuban dengan menggelar aksi demonstrasi pada Rabu siang pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Dalam aksi tersebut, para demonstran menegaskan bahwa ekspansi tambang yang tidak terkendali telah menggerus sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi daerah. Dari total sekitar 123 titik tambang, sebagian besar dinilai belum memiliki kejelasan legalias, bahkan diduga beroperasi secara illegal.
PMII mengungkapkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari kerusakan jalan desa akibat kendaraan tambang, polusi debu yang mengganggu kesehatan, hingga rusaknya lahan produktif. Selain itu, sejumlah insiden kecelakaan hingga korban jiwa di beberapa wilayah seperti Jadi, palang, Rengel, dan Bancar mempertegas bahwa aktivitas tambang telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik.
Aksi ini juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah daerah. Aktivitas tambang illegal dinilai tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah, justru menimbulkan kerugian lingkungan dan sosial yang besar. Hal ini PMII Cabang Tuban secara tegas mendesak penutupan seluruh tambang illegal tanpa kompromi, evaluasi total izin pertambangan, pelaksanaan reklamasi, perbaikan infrastruktur terdampak, serta transparansi dokumen lingkungan dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan.
Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa krisi agrarian di Tuban telah berkembang menjadi persoalan multidimensi yang mengancam keberlanutan lingkungan, keselamatan masyarakat, dan keadilan sosial.
Penulis : Istingadah

0Komentar