RTK II PMII ITB Tuban Tetapkan Rahmat Al Bari sebagai Ketua Komisariat Masa Khidmat 2026–2027. (Foto : PMII ITB Tuban)

PC PMII TUBAN - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Tuban telah menyelenggarakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) II pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Forum ini menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus pergantian kepemimpinan untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi.

Melalui forum tersebut, Rahmat Al Bari terpilih sebagai Ketua Komisariat PMII ITB Tuban masa khidmat 2026–2027. Terpilihnya kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat kaderisasi, membangun tradisi intelektual, serta mengembangkan gerakan PMII yang relevan dengan karakteristik kampus berbasis teknologi.

Dalam kepemimpinannya, Rahmat Al Bari membawa visi “Mewujudkan PK. PMII ITB Tuban sebagai rumah pengkaderan berbasis intelektualitas, mentalitas, dan solidaritas.”

Visi tersebut dijabarkan melalui empat misi utama, yaitu membangun budaya literasi, diskusi, dan berpikir kritis yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sosial; membentuk karakter kader dengan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab yang tinggi; memperkuat kekeluargaan, kepedulian, dan kebersamaan dalam gerakan kolektif yang berkelanjutan; serta mendorong kader mengimplementasikan ilmu melalui aksi nyata yang solutif demi kemaslahatan bersama.

Dalam menyampaikan pesan dan kesannya, Rahmat Al Bari mengungkapkan bahwa terdapat sebuah maqalah yang menjadi motivasi pribadinya dalam menjalankan amanah kepemimpinan, yakni “Pemimpin adalah pelayan bagi kaumnya.”

Menurutnya, prinsip tersebut menjadi landasan bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan dan kewenangan, melainkan tentang kesediaan untuk melayani seluruh anggota dan kader. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan solidaritas serta kesadaran akan tanggung jawab dari seluruh anggota dan jajaran pengurus yang akan menjalankan roda organisasi pada masa khidmat mendatang.

Ia berharap kepengurusan baru dapat membangun kerja kolektif yang kuat, menjaga kebersamaan, serta menjadikan organisasi sebagai rumah pengkaderan yang mampu menumbuhkan intelektualitas, mentalitas, dan solidaritas kader.

Sementara itu, Abdullah Nawwalul Ilmi selaku Ketua Komisariat demisioner menyampaikan pesan kepada kepengurusan baru agar senantiasa merawat organisasi sebagai rumah bersama bagi seluruh kader. Ia juga menekankan pentingnya merekonstruksi arah gerak PMII agar selaras dengan karakteristik ITB Tuban sebagai kampus berbasis teknologi.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya bergantung pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga pada kemampuan kader dalam menjaga nilai-nilai perjuangan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. PMII perlu hadir sebagai ruang pengkaderan yang mampu mempertemukan nilai keislaman, keindonesiaan, intelektualitas, dan kemajuan teknologi.

Melalui RTK II, PMII Komisariat ITB Tuban diharapkan mampu melanjutkan proses kaderisasi secara berkelanjutan, memperkuat solidaritas antarkader, serta membangun gerakan yang tidak hanya berkembang di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pergantian kepemimpinan bukan akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal untuk merawat rumah bersama, memperkuat kaderisasi, dan merekonstruksi arah gerak menuju PMII ITB Tuban yang lebih progresif.